| Nomor Katalog | : | 1105005.3316 |
| Nomor Publikasi | : | 33160.26001 |
| ISSN/ISBN | : | |
| Frekuensi Terbit | : | Bulanan |
| Tanggal Rilis | : | 2 Februari 2026 |
| Bahasa | : | Indonesia dan Inggris |
| Ukuran File | : | 2.59 MB |
Abstraksi
Badan Pusat
Statistik telah melaksanakan pendataan Potensi Desa (Podes) 2025 pada bulan
Juni 2025 secara sensus terhadap seluruh wilayah desa atau wilayah administrasi
pemerintah terendah setingkat desa di seluruh wilayah Indonesia. Adapun wilayah
administrasi setingkat desa yang dicakup di Podes meliputi desa, kelurahan,
nagari di Sumatera Barat, Unit Permukiman Transmigrasi (UPT), dan Satuan
Permukiman Transmigrasi (SPT) yang masih dibina oleh kementerian terkait. Hasil
pendataan Podes 2025 di Kabupaten Blora mencatat bahwa terdapat 295 wilayah
administrasi pemerintah setingkat desa terdiri dari 271 desa dan 24 kelurahan,Pendataan Podes
2025 mengumpulkan beragam informasi, baik yang bersifat potensi yang dimiliki
desa/kelurahan maupun informasi terkait kerawanan atau tantangan yang dihadapi
desa/ kelurahan serta infrastruktur dasar di desa/kelurahan. Informasi terkait
potensi desa/kelurahan meliputi: kependudukan dan ketenagakerjaan, perumahan
dan lingkungan, pendidikan, kesehatan, angkutan, komunikasi dan informasi,
ekonomi, keamanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan. Hasil pendataan
Podes 2025 menunjukkan sebagian besar desa/kelurahan di Kabupaten Blora
masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, yaitu 270 desa/kelurahan. Selain
itu, ada 275desa/ kelurahan yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di bidang
jasa. Dari desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian,
sebagian besar merupakan desa/kelurahan dengan pertanian tanaman pangan yaitu
sebanyak 260 desa/kota. Pendataan Podes
2025 menunjukkan potensi ekonomi yang dimiliki desa/kelurahan, terdapat 87
desa/kelurahan yang memiliki produk barang unggulan. Dalam mendukung
bergeraknya perekonomian tidak hanya ditunjang oleh sarana fisik, namun
dukungan fasilitas perkreditan dan fasilitas jaringan telekomunikasi menjadi
penting di masa kini agar geliat pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Hasil Podes
2025 menunjukkan terdapat 295 desa/kelurahan memiliki Kredit Usaha Rakyat
(KUR), ada 24 desa/kelurahan memiliki Kredit Usaha Bersama (KUBE), ada 39 desa/
kelurahan memiliki Kredit Usaha Kecil (KUK). Fasilitas jaringan telekomunikasi
yang dicakup di Podes yaitu keberadaan Base Transceiver Station (BTS), sinyal
telepon seluler, dan sinyal internet telepon seluler/handphone. Semua
desa/kelurahan ada sinyal telepon selular, 76 desa/kelurahan kekuatan sinyalnya
sangat kuat, 208 desa/kelurahan kekuatan sinyalnya kuat, dan masih ada 11
desa/kelurahan yang kekuatan sinyalnya lemah.
Pendataan Podes
2025 mencatat terdapat 20 desa/kelurahan terjadi pencemaran air di wilayahnya,
terdapat 1 desa/kelurahan terjadi pencemaran tanah di wilayahnya, dan terdapat
34 desa/kelurahan terjadi pencemaran udara di wilayahnya. Selain kejadian
pencemaran, Podes 2025 menunjukkan kejadian bencana alam di wilayah
desa/kelurahan, dimana ada 22 desa/kelurahan terjadi bencana tanah longsor, ada
24 desa/kelurahan terjadi bencana banjir di wilayahnya, dan ada 5
desa/kelurahan terjadi bencana Angin Puyuh/Puting Beliung/Topan di wilayahnya.